Menu Content/Inhalt
ALLINDO: Curse of the Golden Flower Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 

 Jalan apa seharusnya ditempuh ketika dihadapkan kepada dua pilihan paling sulit diantara dua pilihan paling buruk yang disodorkan; membela ibu atau membela ayah?
Pilihanya adalah bunuh diri dengan cara mengorok lehernya sendiri menggunakan pedang yang diregutnya dari sarung pedang pengawal yang menahanya. Itulah gambaran pengorbanan seorang anak sebagai pihak yang terjepit ditengah-tengah pertarungan ego kepentingan orang tuanya.

Begitulah jalan pengakhiran hidup yang dipilih oleh Pangeran ke Dua dalam film
dengan judul "The Curse of the Golden Flower." Sebuah film dengan
mengambil seting cerita dan tempat pada Dinasti Tang dimana gambar-
gambarnya enak ditonton mata. Penuh warna-warni kemegahan sebuah
istana diambil sangat estetik muncul dari frame-frame camera membuat
gambar yang diproyeksikan ke layar begitu sangar indah. Ditambah
kustom para pemain yang tidak kalah indahnya juga terutama jubah
kebesaran kaisar dan permaisuri yang berwarna emas bermotifkan corak
naga dan burung phoenix itu.

Sebuah cerita tragedi yang dapat terjadi pada setiap manusia tidak<br />peduli itu keluarga kaisar maupun keluarga orang biasa. Hanya saja<br />latar belakang berbeda yang menjadikan bobot cerita berbeda walaupun<br />kepedihan, air mata dan darah tercurah memiliki negasi cerita sama<br />tentang sisi-sisi kejayaan dan penderitaan umat manusia. Dimana<br />manusia memiliki sifat unpredictable didepan mata bisa saling<br />tersenyum dengan kehangatan juga rasa hormat menghormati sesuai<br />kedudukan dalam sistemnya. Akan tetapi dibalik itu semua hanyalah<br />sebuah kepalsuan dan basa-basi bagaimana sepantasnya seorang manusia<br />berintraksi dan berintegrasi didalam komunitasnya. Seorang yang<br />begitu kelihatam berperilaku baik dan tidak terlibat juga dilibatkan<br />didalam pusaran intrik pertarungan ego kepentingan penguasa<br />(orangtua) tiba-tiba berubah menjadi ganas. Membopong dari belakang<br />kakak sulungnya yang menjadi putra makhota hanya untuk berkeinginan<br />berkuasa dengan mengandalkan segelintir pengikut sebagai pengawal,<br />kekonyolan bila tidak boleh dikata usaha bunuh diri. Akhirnya mati<br />dicabuk hingga remuk oleh sabuk yang dikenakan kaisar yang sudah<br />kalap menyaksikan anak sulungnya mesti di tangan anak bungsunya<br />dalam upanya perebutan sebuah tahta.<br /><br />Cerita dimulai dengan kesibukan para abdi kaisar, terbangun dalam<br />ketergesaan untuk berpakaian oleh ketukan bunyi alat pukul dalam<br />bersiap menyambut kedatangan kaisar pulang dari perjalanannya.<br />Ketika semua abdi sudah berpakaian rapi begitu juga dengan<br />permaisuri untuk menyambut kedatangan kaisar di depan gerbang pintu<br />masuk juga beranda istana tersuaklah kabar kalau kaisar tidak datang<br />hari itu dan sedang menginap di istana lain. Semua bubar dan kembali<br />ke tempatnya masing-masing sedangkan kaisar mengunjungi anaknya yang<br />dikirim keperbatasan untuk dijemput pulang serta menguji ilmu pedang<br />si anak. Ceritapun bergulir ke istana nan megah tersebut dengan<br />intrik yang tidak jelas ujung pangkal ceritanya dimana merupahkan<br />kelemahan dari film ini Secara gambar film memang sangat bangus<br />tetapi dalam hal jalinan cerita sangatlah lemah tidak terkecuali<br />ritme terbangunya konflik cerita dari para pemeranya.<br /><br />Unsur kejutan hanya ada di paroh terakhir film dimana pangeran ke<br />tiga (si bungsu) membopong putra mahkota (putra sulung) yang sedang<br />sakit akibat usaha bunuh diri. Mengetahui rencana ibu tirinya<br />(permaisuri) berencana untuk menurunkan ayahnya (kaisar) dari tahta<br />sedangkan dia sendiri terlibat affair dengan ibu tirinya tersebut.<br />Sedangkan percintaan dengan adik tirinya bukanlah lagi sebuah<br />kejutan karena sedari awal sudah dapat diterka dengan kehadiran<br />ibunya yang berstatus sudah menjadi istri tabib istana. Dimana<br />menurut versi ayahnya, ibunya meninggal ketika sedang melahirkan<br />dirinya itu sedangkan sebenarnya adalah ibunya ditinggalkan untuk<br />dapat memperistri permaisuri sekarang yang merupahkan anak raja.<br />Kelemahan alur cerita dapat ditemukan tentang status putra mahkota<br />dimana putra mahkota semestinya adalah putra dari permaisuri, bukan<br />putra pertama anak kaisar yang merupahkan anak yang dilahirkan<br />ketika masih berpangkat kapten sebelum menjadi kaisar.  Bagaimana<br />anak sulung itu kelahiran dan  keberadaannya pada awal mulapun penuh<br />misteri sedangkan ibunya yang dianggap sudah mati tidak ada<br />kuburnya. Niat kaisar untuk meracuni istinya (permaisuri)<br />sekarangpun tidak jelas yang hanya dikatakan dapat membuat gila<br />dengan minum ramuan teratur bagi pemulihan anemia yang diderita<br />dicampur dengan jamur beracun.<br /><br />Lebih jangalnya lagi ketika terjadi usaha penurunan tahta dimana<br />kelompok perlawanan tersebut hanya ada di luar pagar istana untuk<br />menyerbu ke dalamnya dan akhirnya dijebak di tengah alun-alun<br />istana. Bagaimana bisa gerakan begitu banyak pasukan tidak<br />terdeteksi dengan jebakan yang melibatkan juga begitu banyak<br />pasukan? Sedangkan otak pelaku dari usaha penurunan tahta itu juga<br />ada di dalam istana yang notabene tentunya ada kakitangan untuk<br />memata-matai kegiatan pasukan yang pro kaisar. Walaupun digambarkan<br />ketika usaha tersebut dapat ditumpas dan dijajarkanlah para pejabat<br />dalam istana yang terlibat usahan penuruna tahta tersebut untuk<br />akhirnya dipenggal. Tidak bisa memberikan jawaban memuaskan atas<br />kejangalan kejadian tersebut. Meskipun begitu keindah landscape<br />mengarusnya pasukan diluar istana ke dalam istana dengan ratusan<br />prajurit berbaju kuning seperti air bah dihadang pasukan dengan<br />perlengkapan tameng yang begitu kokoh seperti benteng. Mengambarkan<br />dimana kematian adalah tujuan akhir  milik para penghendak kaisar<br />untuk turun tahta. Dramatisasi pertempuranpun tidak sedramatis<br />seperti digambarkan dalam film Patriot yang mengambil seting ketika<br />Inggris menjadi penjajah di Amerika Serikat sekarang yang dibintangi<br />oleh Mel Gibson. Di cerita film ini tidak ada pahlawan atupun<br />pecundang, melainkan semuanya kalah baik itu kaisar dan permaisuri<br />yang kehilangan anak-anaknya.<br /><br />Film ini indah untuk dilihat dalam segi visual tetapi dalam segi<br />kontruksi cerita sangat jauh tidak berimbang dengan keindahan gambar<br />yang terproyeksi di layar. Tidak gampang untuk membuat film yang<br />dalam segi gambar ataupun cerita sama-sama bagusnya seperti<br />Gladiator misal sebagai bahan pembanding. Kreatifitas dan inovasi<br />dibarengi imajinasi seorang sutradara and penulis scenario adalah<br />dua hal penting disamping  custom, setting  dan tentunya aktor serta<br />aktris  yang mendukung. Tidak gampang membikin film yang begitu<br />besar ibaratnya seperti menata sebuah mozaik yang terfragment dalam<br />pecahan-pecahan kecil gambar. Jauh sekali jika dibandingkan dengan<br />membuat sinetron apalagi sinetron yang sekedar menshoot gambar<br />pocongan atau makhluk-makhuk aneh dari kubur seperti sinetron di<br />negeri ini.<br /><br /><br />Allindo<br /></pre>            

Directed byZhang Yimou
Written byCao Yu
Zhang Yimou
StarringChow Yun-Fat
Gong Li
Jay Chou
Release date(s)December 14, 2006
CountryChina
LanguageMandarin
BudgetUS$45,000,000

 

 
< Prev   Next >
Visitors: 49452

Terbitan ulang bisa dibeli di:

Jakarta: Toko Komik Indonesia - Ambassador Mall,
Jembatan ITC Kuningan lantai 2 no 63
Surabaya:
Tunjungan Plaza 2 Lantai 3
Depan Cafe Excelso. (Bing: ongbing1969@yahoo.com, 081-652-3857, 031-6010-2638)

Semarang: Panca Satya Jl Purwosari 29 50125 pantja_satya@yahoo.com
Semarang, Yogya, Malang dan Jember: Toga Mas.


Jika anda ingin ke Forum Hobby
- klik Menu "Forum Hobby" diatas sekali
Bahwa tulisan Ciu Pek Tong dalam subject "Kitab Cinta Kasih" bisa membuat Martha ngakak, kendati tidak semuanya dimengerti, sudah menunjukkan kelihayan kitab tersebut. Sebetulnya kalau kita orang suka "read between the lines" maka akan terlihat jurus-jurus yang luar biasa. Sebagai contoh, frase "tidak minum sudah mabok" "wisa wahaya" itu saja sudah merupakan satu sentilan rahasia senjata [piauw] yang sangat halus (subtle). Kecerdasan otak Ciu-heng --walau suka angin-anginan-- memang bisa direndengkan dengan Oei Pangcu dan Yo thayhiap.
 
Panca Satya Launching Buku Baru
Memenuhi tantangan Hek-Moko untuk mengadakan lauching buku pada tanggal 26 - 28 September 2005, saat ini sedang diusahakan untuk menerbitkan PUKULAN si KUDA BINAL yang disadur oleh Gan K.H. buku dengan tebal sekitar 320 halaman, karya Gu Long, saat ini naskah sudah masuk ke percetakan (akan kita kejar terus supaya keburu di launching pada acara tersebut).

Pada akhir minggu ini, buku MALING ROMANTIS yang juga disadur oleh Gan K.H. (sebagai editor Binarto), reprint Maling Romantis edisi tahun 1973, sudah bisa dimiliki maupun dinikmati.

Berturut-turut segera terbit RAHASIA CIOK KWAN IM (seri ke 2 Pendekar Harum - Coh Liu-hiang), PERISTIWA BURUNG KENARI (seri ke 3), MAYAT HIDUP KESURUPAN ROH (seri ke 4), ketiganya telah selesai Tjayhe edit, tinggal masuk ke percetakan, mudah-mudahan bulan Oktober tahun ini sudah bisa terbit,

 Selanjutnya LEGENDA KELELAWAR (seri ke 5) terbit bulan Desember 2005. Rncananya diterbitkan berturut-turut seri 1 - 9 serial PENDEKAR 4 ALIS.

Kalau tidak ada halangan berikutnya adalah serial Thian-san nya Liang Yu-sheng, KISAH PEDANG di SUNGAI ES (PENG HO SWE KIAM) yang terdiri dari 3 atau 4 jilid (telah selesai diedit), disusul HONG LUI TJIN KIU TJIU (GEGER DUNIA PERSILATAN) yang terdiri dari 3 jilid (juga sudah selesai diedit).

 Juga sudah selesai disadur seri 1 serial PERAMAL SAKTI karya WEN RUI AN, hanya belum selesai diedit, tinggal nanti kita selipkan untuk penerbitannya.

Salam

Gan-toakongtjoe