| ALLINDO: Curse of the Golden Flower |
|
|
|
dengan judul "The Curse of the Golden Flower." Sebuah film dengan mengambil seting cerita dan tempat pada Dinasti Tang dimana gambar- gambarnya enak ditonton mata. Penuh warna-warni kemegahan sebuah istana diambil sangat estetik muncul dari frame-frame camera membuat gambar yang diproyeksikan ke layar begitu sangar indah. Ditambah kustom para pemain yang tidak kalah indahnya juga terutama jubah kebesaran kaisar dan permaisuri yang berwarna emas bermotifkan corak naga dan burung phoenix itu. Sebuah cerita tragedi yang dapat terjadi pada setiap manusia tidak<br />peduli itu keluarga kaisar maupun keluarga orang biasa. Hanya saja<br />latar belakang berbeda yang menjadikan bobot cerita berbeda walaupun<br />kepedihan, air mata dan darah tercurah memiliki negasi cerita sama<br />tentang sisi-sisi kejayaan dan penderitaan umat manusia. Dimana<br />manusia memiliki sifat unpredictable didepan mata bisa saling<br />tersenyum dengan kehangatan juga rasa hormat menghormati sesuai<br />kedudukan dalam sistemnya. Akan tetapi dibalik itu semua hanyalah<br />sebuah kepalsuan dan basa-basi bagaimana sepantasnya seorang manusia<br />berintraksi dan berintegrasi didalam komunitasnya. Seorang yang<br />begitu kelihatam berperilaku baik dan tidak terlibat juga dilibatkan<br />didalam pusaran intrik pertarungan ego kepentingan penguasa<br />(orangtua) tiba-tiba berubah menjadi ganas. Membopong dari belakang<br />kakak sulungnya yang menjadi putra makhota hanya untuk berkeinginan<br />berkuasa dengan mengandalkan segelintir pengikut sebagai pengawal,<br />kekonyolan bila tidak boleh dikata usaha bunuh diri. Akhirnya mati<br />dicabuk hingga remuk oleh sabuk yang dikenakan kaisar yang sudah<br />kalap menyaksikan anak sulungnya mesti di tangan anak bungsunya<br />dalam upanya perebutan sebuah tahta.<br /><br />Cerita dimulai dengan kesibukan para abdi kaisar, terbangun dalam<br />ketergesaan untuk berpakaian oleh ketukan bunyi alat pukul dalam<br />bersiap menyambut kedatangan kaisar pulang dari perjalanannya.<br />Ketika semua abdi sudah berpakaian rapi begitu juga dengan<br />permaisuri untuk menyambut kedatangan kaisar di depan gerbang pintu<br />masuk juga beranda istana tersuaklah kabar kalau kaisar tidak datang<br />hari itu dan sedang menginap di istana lain. Semua bubar dan kembali<br />ke tempatnya masing-masing sedangkan kaisar mengunjungi anaknya yang<br />dikirim keperbatasan untuk dijemput pulang serta menguji ilmu pedang<br />si anak. Ceritapun bergulir ke istana nan megah tersebut dengan<br />intrik yang tidak jelas ujung pangkal ceritanya dimana merupahkan<br />kelemahan dari film ini Secara gambar film memang sangat bangus<br />tetapi dalam hal jalinan cerita sangatlah lemah tidak terkecuali<br />ritme terbangunya konflik cerita dari para pemeranya.<br /><br />Unsur kejutan hanya ada di paroh terakhir film dimana pangeran ke<br />tiga (si bungsu) membopong putra mahkota (putra sulung) yang sedang<br />sakit akibat usaha bunuh diri. Mengetahui rencana ibu tirinya<br />(permaisuri) berencana untuk menurunkan ayahnya (kaisar) dari tahta<br />sedangkan dia sendiri terlibat affair dengan ibu tirinya tersebut.<br />Sedangkan percintaan dengan adik tirinya bukanlah lagi sebuah<br />kejutan karena sedari awal sudah dapat diterka dengan kehadiran<br />ibunya yang berstatus sudah menjadi istri tabib istana. Dimana<br />menurut versi ayahnya, ibunya meninggal ketika sedang melahirkan<br />dirinya itu sedangkan sebenarnya adalah ibunya ditinggalkan untuk<br />dapat memperistri permaisuri sekarang yang merupahkan anak raja.<br />Kelemahan alur cerita dapat ditemukan tentang status putra mahkota<br />dimana putra mahkota semestinya adalah putra dari permaisuri, bukan<br />putra pertama anak kaisar yang merupahkan anak yang dilahirkan<br />ketika masih berpangkat kapten sebelum menjadi kaisar. Bagaimana<br />anak sulung itu kelahiran dan keberadaannya pada awal mulapun penuh<br />misteri sedangkan ibunya yang dianggap sudah mati tidak ada<br />kuburnya. Niat kaisar untuk meracuni istinya (permaisuri)<br />sekarangpun tidak jelas yang hanya dikatakan dapat membuat gila<br />dengan minum ramuan teratur bagi pemulihan anemia yang diderita<br />dicampur dengan jamur beracun.<br /><br />Lebih jangalnya lagi ketika terjadi usaha penurunan tahta dimana<br />kelompok perlawanan tersebut hanya ada di luar pagar istana untuk<br />menyerbu ke dalamnya dan akhirnya dijebak di tengah alun-alun<br />istana. Bagaimana bisa gerakan begitu banyak pasukan tidak<br />terdeteksi dengan jebakan yang melibatkan juga begitu banyak<br />pasukan? Sedangkan otak pelaku dari usaha penurunan tahta itu juga<br />ada di dalam istana yang notabene tentunya ada kakitangan untuk<br />memata-matai kegiatan pasukan yang pro kaisar. Walaupun digambarkan<br />ketika usaha tersebut dapat ditumpas dan dijajarkanlah para pejabat<br />dalam istana yang terlibat usahan penuruna tahta tersebut untuk<br />akhirnya dipenggal. Tidak bisa memberikan jawaban memuaskan atas<br />kejangalan kejadian tersebut. Meskipun begitu keindah landscape<br />mengarusnya pasukan diluar istana ke dalam istana dengan ratusan<br />prajurit berbaju kuning seperti air bah dihadang pasukan dengan<br />perlengkapan tameng yang begitu kokoh seperti benteng. Mengambarkan<br />dimana kematian adalah tujuan akhir milik para penghendak kaisar<br />untuk turun tahta. Dramatisasi pertempuranpun tidak sedramatis<br />seperti digambarkan dalam film Patriot yang mengambil seting ketika<br />Inggris menjadi penjajah di Amerika Serikat sekarang yang dibintangi<br />oleh Mel Gibson. Di cerita film ini tidak ada pahlawan atupun<br />pecundang, melainkan semuanya kalah baik itu kaisar dan permaisuri<br />yang kehilangan anak-anaknya.<br /><br />Film ini indah untuk dilihat dalam segi visual tetapi dalam segi<br />kontruksi cerita sangat jauh tidak berimbang dengan keindahan gambar<br />yang terproyeksi di layar. Tidak gampang untuk membuat film yang<br />dalam segi gambar ataupun cerita sama-sama bagusnya seperti<br />Gladiator misal sebagai bahan pembanding. Kreatifitas dan inovasi<br />dibarengi imajinasi seorang sutradara and penulis scenario adalah<br />dua hal penting disamping custom, setting dan tentunya aktor serta<br />aktris yang mendukung. Tidak gampang membikin film yang begitu<br />besar ibaratnya seperti menata sebuah mozaik yang terfragment dalam<br />pecahan-pecahan kecil gambar. Jauh sekali jika dibandingkan dengan<br />membuat sinetron apalagi sinetron yang sekedar menshoot gambar<br />pocongan atau makhluk-makhuk aneh dari kubur seperti sinetron di<br />negeri ini.<br /><br /><br />Allindo<br /></pre>
|
|||||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|

