Menu Content/Inhalt
Home
Welcome to the Frontpage
Alone In the Dragon Kingdom
User Rating: / 1
FanFictionSilat oleh Mogei

Bocah-bocah itu terus menertawaiku. Aku memang orang asing bagi mata mereka yang sipit. Tetapi setidaknya mereka telah mengenalku selama setahunan ini. Namun, setiap pagi aku keluar untuk jalan-jalan menghirup udara segar mereka pasti tertawa terbahak-bahak bila melihatku. Aku tidak tahu pasti kenapa. Apa karena kulitku yang hitam yang pernah membuat mereka menangis ketakutan, dulu. Atau karena sepasang mataku yang jauh lebih besar dibanding punya mereka yang seperti sedang memejamkan mata itu.

Sudah setahun aku hidup di perkampungan ini. Letaknya yang tidak jauh dari kotaraja membuat kampung ini tidak pernah sepi oleh lalu lintas para pedagang. Setiap hari pasti suasana ramai dimulai dari para pedagang dari kampung-kampung tetangga yang harus melewati kampung ini untuk menuju ke kotaraja. Seperti halnya pagi ini para pedagang sayur dan binatang buruan telah berdatangan sambil membawa barang jualan mereka.

Untuk membalas budi sepasang suami isteri petani tua itu aku membantu mereka menjualkan panenan mereka. Akan tetapi, tahun-tahun belakangan cuaca sangatlah panas hingga banyak panen yang gagal karena mati kekeringan. Aku harus berjalan sejauh 5 kilo untuk mendapatkan air bersih di sebuah danau dan mengairi sawah-sawah mereka. Aku mengajarkan cara menyambung bambu-bambu untuk dijadikan sebagai jembatan yang dialiri air dari danau itu. Tetapi hari ini terpaksa aku harus berjalan memeriksa kalau-kalau ada kebocoran karena kecilnya airnya yang mengalir.

Sekalipun sudah lumayan lama tinggal di negeri asing ini namun kemampuan bahasaku untuk dapat bercakap-cakap dengan mereka masih belum bagus juga. Hanya beberapa patah kata saja yang berhasil kuhapal betul-betul, apalagi kalau bukan ‘kamu’, ‘aku’, ‘makan’, ‘tidur’, ‘ya’ dan ‘tidak’. Seorang anak kecil mendatangiku sambil membawa keranjang bakul kosong. Dia mengoceh tak karuan tanpa menyadari kalau aku sama sekali tidak memahami kata-katanya. Dia mengoceh sambil menyodorkan keranjang itu. Lalu bocah itu diam dan menunjuk ke arah rumahnya. Aku memang kenal bocah itu, namanya A Gu, si kerbau. Tetapi tingkahnya pagi ini aku sama sekali tidak paham. Mungkin karena jengkel A Gu pun melemparkan bakul itu ke arahku sambil berlari pulang. Aku meraih bakul yang jatuh tak jauh dari tempat bocah itu tadi berdiri lalu berjalan menuju ke rumahnya.

Karena menjadi satu-satunya orang asing di negeri ini aku sering merasa kesepian. Tidak ada seorang pun yang bisa kuajak bicara. Lebih parah lagi tidak ada seorang pun yang memahamiku sekalipun aku menggunakan berbagai gaya bahasa isyarat. Kadang aku merasa seperti seekor binatang saja, mungkin karena sering kulihat A Gu, bocah itu, lebih memahami monyetnya daripada berbicara denganku. Sebenarnya tidak ada niatanku untuk datang ke negeri ini. Semua ini terjadi karena kebetulan saja.

Read more...
 
Rieza FM: HOAN KIAM KIE TJENG – 2004/2005
User Rating: / 1
SEBILAH PEDANG MUSTIKA
Judul asli : Huanjian Qiqing Lu
Pengarang : Liang Yusheng (Nio Ie Seng, 1922- )
Penerbit : PT Wastu Lanas Grafika ― Surabaya
Penerjemah : Oey Kim Tiang (O.K.T., 1904-1995)
Cetak terbatas : 2004 ― 800 eksemplar
Jilid : 1 (satu) buku
Image Djin wie tjay soe, niauw wie sit bong
Manusia mati karna harta, burung mati karna makan.

Bagi para peminat dan pembaca cersil (cerita silat) , mereka akan menyebut kisah trilogi Pendekar Rajawali identik dengan nama Kim Yong (Jin Yong/Chin Yung), juga tidak akan asing apabila disebutkan nama Ong Touw Louw (Wang Dulu), yang menghanyutkan dengan cerita pentalogi kisah petualangan pendekar Lie Bouw Pek, maka ketika disebutkan nama Nio Ie Sheng (Liang YuSheng), para pecandu cerita silat akan serentak menunjuk saga Thian San , sebagai masterpiece dari pengarang cersil yang satu ini, Saga serial Thian-San disebut-sebut oleh para pecandu cersil sebagai serial terpanjang dalam kisah cerita silat (terjemahan) yang pernah ada.

Read more...
 
Tentang Karl May
User Rating: / 1
 
Karl May (1842-1912)
Best-Selling German Author of All Time

His story is a model for the struggle against adversity. Born into a dirt-poor family in 1842, little Karl May (pronounced MYE) was blind until age five. As a young man in Saxony he lost his teaching job and spent over seven years in jail for theft. His works were edited, corrupted and misused by others against his wishes. Even long after his death May had to suffer the indignity of Hitler praising his works (but Albert Einstein and Hermann Hesse praised May also). Most serious German literary critics dismiss his work as second-rate. He never set foot in most of the places he so vividly described in his numerous adventure tales, including the American West, the home of his best-known fictional character, the Apache warrior Winnetou.

V Baerenf.
Villa Bärenfett on the grounds of the
Karl May Museum in Radebeul.
Foto: Hyde Flippo

Yet it is Karl May—not Goethe, not Thomas Mann—who has become the best-selling German author of all time! The Karl May Verlag (press) in Bamberg claims over 100 million copies sold worldwide, and there's hardly an adult German male alive today who didn't read Karl May's books as a youngster.
Read more...
 
Bing
User Rating: / 3
Kiriman Bing dari Surabaya - tunggu tanggal terbitnya buku ini!
Catatan: Lian Kiam Hong In adalah sambungan dari San Hoa Lie Hiap

Kontak: PT Wastu Lanas Grafika

Bing Cahyono This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it '; document.write( '' ); document.write( addy_text96444 ); document.write( '<\/a>' ); //-->\n This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it 031-6010-2638, 081-652-3857

Lian Kiam Hong In  bab I

Read more...
 
More...
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>

Results 31 - 34 of 34
Visitors: 49452

Terbitan ulang bisa dibeli di:

Jakarta: Toko Komik Indonesia - Ambassador Mall,
Jembatan ITC Kuningan lantai 2 no 63
Surabaya:
Tunjungan Plaza 2 Lantai 3
Depan Cafe Excelso. (Bing: ongbing1969@yahoo.com, 081-652-3857, 031-6010-2638)

Semarang: Panca Satya Jl Purwosari 29 50125 pantja_satya@yahoo.com
Semarang, Yogya, Malang dan Jember: Toga Mas.


Jika anda ingin ke Forum Hobby
- klik Menu "Forum Hobby" diatas sekali

Who's Online

We have 10 guests online

Archive

Bahwa tulisan Ciu Pek Tong dalam subject "Kitab Cinta Kasih" bisa membuat Martha ngakak, kendati tidak semuanya dimengerti, sudah menunjukkan kelihayan kitab tersebut. Sebetulnya kalau kita orang suka "read between the lines" maka akan terlihat jurus-jurus yang luar biasa. Sebagai contoh, frase "tidak minum sudah mabok" "wisa wahaya" itu saja sudah merupakan satu sentilan rahasia senjata [piauw] yang sangat halus (subtle). Kecerdasan otak Ciu-heng --walau suka angin-anginan-- memang bisa direndengkan dengan Oei Pangcu dan Yo thayhiap.
 
Panca Satya Launching Buku Baru
Memenuhi tantangan Hek-Moko untuk mengadakan lauching buku pada tanggal 26 - 28 September 2005, saat ini sedang diusahakan untuk menerbitkan PUKULAN si KUDA BINAL yang disadur oleh Gan K.H. buku dengan tebal sekitar 320 halaman, karya Gu Long, saat ini naskah sudah masuk ke percetakan (akan kita kejar terus supaya keburu di launching pada acara tersebut).

Pada akhir minggu ini, buku MALING ROMANTIS yang juga disadur oleh Gan K.H. (sebagai editor Binarto), reprint Maling Romantis edisi tahun 1973, sudah bisa dimiliki maupun dinikmati.

Berturut-turut segera terbit RAHASIA CIOK KWAN IM (seri ke 2 Pendekar Harum - Coh Liu-hiang), PERISTIWA BURUNG KENARI (seri ke 3), MAYAT HIDUP KESURUPAN ROH (seri ke 4), ketiganya telah selesai Tjayhe edit, tinggal masuk ke percetakan, mudah-mudahan bulan Oktober tahun ini sudah bisa terbit,

 Selanjutnya LEGENDA KELELAWAR (seri ke 5) terbit bulan Desember 2005. Rncananya diterbitkan berturut-turut seri 1 - 9 serial PENDEKAR 4 ALIS.

Kalau tidak ada halangan berikutnya adalah serial Thian-san nya Liang Yu-sheng, KISAH PEDANG di SUNGAI ES (PENG HO SWE KIAM) yang terdiri dari 3 atau 4 jilid (telah selesai diedit), disusul HONG LUI TJIN KIU TJIU (GEGER DUNIA PERSILATAN) yang terdiri dari 3 jilid (juga sudah selesai diedit).

 Juga sudah selesai disadur seri 1 serial PERAMAL SAKTI karya WEN RUI AN, hanya belum selesai diedit, tinggal nanti kita selipkan untuk penerbitannya.

Salam

Gan-toakongtjoe